Apa Itu Peter Pan Syndrome dan Penjelasan Ahli Jiwa Usai Onadio Curhat
Penyanyi Onadio Leonardo baru‑baru ini menjadi sorotan. Setelah ia blak‑blakan menceritakan bahwa dirinya mengalami Peter Pan Syndrome dalam sesi konsultasi kesehatan mental selama menjalani rehabilitasi. Peter Pan Syndrome sendiri merujuk pada kondisi di mana seseorang yang secara usia sudah dewasa, secara emosional atau perilaku masih cenderung tetap berada di “zona anak muda” sehingga kesulitan menghadapi tanggung jawab dewasa.
🌱 Peter Pan Syndrome: Bukan Diagnosis Resmi
Menurut dr. Lahargo Kembaren, SpKJ, spesialis kesehatan jiwa yang diwawancarai oleh detikHealth. Peter Pan Syndrome bukanlah istilah diagnosa resmi dalam buku rujukan psikiatri seperti DSM‑5 atau PPDGJ. Melainkan istilah populer untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tampak belum matang secara emosional meskipun sudah dewasa secara biologis.
Dalam konteks psikologi populer, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan orang dewasa yang menghindari tanggung jawab orang dewasa, kesulitan berkomitmen, atau kurang mandiri. Ini ciri-ciri yang setidaknya sebagian pernah dipaparkan dalam literatur psikologi populer sejak Dr. Dan Kiley memperkenalkan istilah ini pada tahun 1980‑an.
🧠 Faktor Penyebab Seseorang Mengalami Peter Pan Syndrome
Menurut dr. Lahargo, ada beberapa faktor yang mendukung berkembangnya perilaku seperti ini, misalnya:
-
Pola asuh orang tua yang terlalu protektif atau permisif — ketika anak tidak diajari mengalami konsekuensi atas kesalahan atau diberi banyak kemudahan. Membuat mereka kurang belajar tanggung jawab.
-
Faktor psikologis — rasa takut gagal, cemas menghadapi tekanan hidup, atau kurangnya kesiapan emosional dapat membuat seseorang lebih memilih tetap berada dalam “zona nyaman” masa muda.
-
Lingkungan sosial yang memberi tekanan pada citra muda atau bebas tanpa tanggung jawab juga turut mendorong perilaku menghindari peran dewasa.
🤔 Dampak dan Tantangan
Orang yang mengalami pola perilaku ini bisa kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan dewasa. Termasuk hubungan interpersonal, karier, tanggung jawab finansial, dan komitmen jangka panjang. Aspek yang biasanya menjadi tolok ukur kedewasaan.
💡 Cara Mengatasi Perilaku Peter Pan Syndrome
Meski bukan gangguan mental yang tercantum dalam buku diagnosa resmi. Peter Pan Syndrome tetap bisa ditangani melalui pendekatan psikoterapi dan dukungan lingkungan. dr. Lahargo menyebutkan bahwa beberapa langkah yang membantu meliputi:
-
Meningkatkan kesadaran diri tentang perilaku yang menghambat kehidupan dewasa.
-
Konsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk memahami akar ketakutan atau hambatan pribadi.
-
Melatih tanggung jawab secara bertahap, misalnya dalam pekerjaan, keuangan, atau komitmen sosial yang semakin menuntut peran dewasa.
Pendekatan semacam ini membantu seseorang tidak hanya “dewasa secara usia” tetapi juga dewasa secara emosional dan sosial. Sehingga dapat menghadapi tantangan kehidupan tanpa merasa terjebak dalam fase masa muda.








