Libur Sekolah Akhir Tahun — Jangan Dibebani Tugas Berat
Menjelang akhir tahun ajaran 2025, banyak siswa di Indonesia menantikan libur sekolah yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Menyadari hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengirimkan himbauan resmi agar sekolah‑sekolah tidak memberi beban tugas berlebihan selama masa liburan. Dalam surat edaran tertanggal 28 November 2025, Mendikdasmen meminta agar penugasan — jika memang diberikan — bersifat sederhana, menyenangkan, dan tidak memberatkan dari segi biaya maupun akses teknologi.
Liburan untuk Istirahat dan Keluarga
Menurut surat edaran tersebut, libur akhir semester ganjil yang jatuh pada akhir Desember 2025 sampai awal Januari 2026 bukan sekadar jeda akademik. Liburan ini harus menjadi waktu berkualitas: kesempatan bagi murid, guru, dan tenaga pendidik untuk beristirahat, bersantai, serta berkumpul bersama keluarga.
Mendikdasmen juga mengingatkan agar penugasan sekolah — jika ada — bisa menjadi aktivitas ringan yang bahkan dapat melibatkan anggota keluarga bersama. Hal ini untuk menghindari beban finansial tambahan dan penggunaan gawai atau internet secara intensif yang kerap menjadi keluhan selama libur.
Imbauan untuk Kepala Sekolah dan Orang Tua
Dalam himbauannya, Mendikdasmen mengajak kepala sekolah untuk menyampaikan sejumlah pesan penting kepada murid dan orang tua, termasuk:
-
Pentingnya keselamatan selama liburan (selama perjalanan, di rumah, atau tempat rekreasi).
-
Mendorong kegiatan positif dan produktif di rumah, seperti membaca, permainan edukatif, seni, olahraga, serta diskusi keluarga—yang bisa mendukung literasi, numerasi, dan pembentukan karakter.
-
Membatasi penggunaan gawai dan internet; mendampingi anak saat mengakses, dan memastikan konten yang dikonsumsi berkualitas serta aman.
-
Menghindari penugasan yang membebani fisik, mental, atau finansial, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau mereka yang berkebutuhan khusus.
Baca Juga: Tempat Paling Hoki Buat Cari Cuan S8TOTO
Liburan — Bukan Waktu Pekerjaan Tambahan
Dengan imbauan ini, diharapkan libur sekolah benar‑benar menjadi periode untuk istirahat, refleksi, dan kebersamaan. Pekerjaan rumah atau proyek berat selama libur justru bisa melelahkan siswa dan mengurangi makna liburan itu sendiri.
Melalui kebijakan ini, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal pencapaian akademik. Tapi juga soal kesejahteraan siswa, keseimbangan kehidupan–belajar, dan hak anak untuk punya waktu bermain, berkembang, dan beristirahat.








